dinkesmerangin.org – Cacar air, yang dikenal juga dengan nama varicella, adalah penyakit menular yang umum, terutama di kalangan anak-anak. Disebabkan oleh virus varicella-zoster, penyakit ini ditandai dengan ruam gatal yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan, dan kemudian mengering menjadi kerak. Mari kita dalami pemahaman tentang cacar air, mulai dari bagaimana ia menyebar hingga cara efektif dalam menangani gejala dan mencegah penularannya.

Cacar air adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Meskipun paling sering terjadi pada anak-anak, cacar air juga bisa menyerang orang dewasa. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat dalam populasi yang tidak kebal.

Virus cacar air menyebar melalui kontak langsung dengan lepuh yang pecah atau melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini juga bisa menular sebelum ruam muncul dan tetap menular sampai semua lepuh telah mengering.

Gejala Cacar Air

Demam: Sering kali merupakan gejala pertama yang muncul.

Lepuh: Lepuh berisi cairan yang menjadi khas cacar air muncul setelah 1-2 hari demam.

Gatal: Ruam dan lepuh yang dihasilkan sering kali sangat gatal.

Kelelahan: Perasaan umum tidak enak badan atau kelelahan.

Nyeri Otot: Rasa sakit atau ketidaknyamanan di otot.

Kehilangan Nafsu Makan: Umum terjadi di kalangan penderita cacar air.

Pengobatan Cacar Air

Istirahat: Istirahat cukup diperlukan untuk pemulihan.

Perawatan Ruam: Menggunakan losion calamine atau oatmeal bath untuk meredakan gatal.

Hindari Menggaruk: Untuk mencegah infeksi sekunder dan bekas luka.

Hidrasi: Minum banyak cairan untuk membantu tubuh melawan infeksi.

Obat Antivirus: Pada kasus tertentu, terutama pada orang dewasa atau mereka yang memiliki risiko komplikasi tinggi, dokter mungkin meresepkan obat antiviral.

Pengobatan Demam: Parasetamol dapat digunakan untuk mengurangi demam dan ketidaknyamanan, tapi hindari aspirin karena risiko sindrom Reye pada anak-anak.

Pencegahan Cacar Air

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah cacar air. Vaksin cacar air dianjurkan sebagai bagian dari jadwal imunisasi anak dan juga tersedia untuk orang dewasa yang belum pernah mengalami cacar air atau belum divaksin.

Komplikasi Cacar Air

Meskipun biasanya merupakan penyakit ringan, cacar air bisa menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi bakteri pada kulit, pneumonia, encephalitis (infeksi otak), dan sindrom Reye jika dikaitkan dengan penggunaan aspirin. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi baru lahir, dan orang dewasa tanpa kekebalan memiliki risiko lebih tinggi untuk komplikasi.

Cacar air biasanya merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya, namun kenyamanan penderita selama periode ini penting untuk diperhatikan. Pengobatan yang tepat dan pencegahan melalui vaksinasi dapat mengurangi risiko penularan dan komplikasi. Orang tua dan pengasuh harus memantau gejala dan bertindak cepat jika tanda-tanda komplikasi muncul, serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus ke individu yang rentan.

 

Kategori: Health